Kamis, 16 Mei 2019

Uniknya Sirih Sumba

Buah Sirih Sumba yang Harum
Mengkonsumsi sirih di berbagai tempat  tidaklah sama,sebab ada istilah beda tenpat pasti beda budaya.Begitupun bila kita perhatikan dengan jenis sirih ini.Bila di daerah Sumba (NTT) sirih yang dikonsumsi berupa buahnya,sedangkan jenis sirih yang biasa kita temukan di luar Sumba hanya daunnya saja.

Di Pulau Marapu Sumba,sirih memiliki peranan penting yang berkaitan dengan budaya setempat,alasannya sirih sangat berperan penting bila ada acara -acara sakral yang berkaitan dengan budaya atau hari hari istiewa ,bagi orang sumba posisi sirih sebagai lambang kehormatan atau penghormatan terhadap tamu.Kebutuhan sirih di pulau sumba sama halnya dengan kebutuhan sembako.Bila pada acara-acara besar,ada tamu yang tidak disuguhi sirih maka tuan rumah akan menerima sangsi,berupa denda ternak yang harus ditanggungnya.

Buah Sirih baru dipanen
Cara mengkonsumsinya pun akan sangat berbeda dengan daerah luar Sumba,apa bila di luaran sana ,yang mengkonsumsi sirih hanyalah para orang tua (nenek-nenek) yang sudah renta,yang hidupnya diperkampungan jauh dari kota besar.Nah di Sumba sangat berbeda,dari mulai anak muda ,orang tua,baik laki-laki maupun perempuan sudah membudaya mengkonsumsi sirih.

Apa bila kita bertamu pada keluarga Sumba,pasti yang disuguhkan terlebih dahulu adalah sirih dan pinang,itu merupakan lambang penghargaan serta penghormatan pada tamu atau siapapun yang datang berkunjung.

Sirih sebagai lambang penghargaan & penghormatan kepada tamu
bagi orang-orang Sumba NTT
Kebutuhan sirih paling banyak jumlahnya ketika ada acara -acara besar,semisal acara pemakaman,acara pinangan atau acara-acara lainnya."Di musim -musim tertentu terkadang sirih juga ada sulitnya,hingga harganya sagat mahal." Ungkap Jeremias ,warga kota Waingapu Sumba Timur.

"Jika kebutuhan sirih sudah langka ,biasanya dikirim dari luar Sumba,seperti dari daratan Timor atau pulau Sabu." Imbuhnya lagi.

Sirih dengan perlakuan secara organik
lebih besar dan renyah rasanya.
Ada beberapa daerah penghasil sirih di pulau Sumba ,bila di Sumba Barat Daya  yang terkenal di desa Totok,sedang  di kabupaten Sumba Timur,yaitu daerah Pambotan jara,kecamatan Waingapu.Namun secara umum warga Sumba pun membudidayakannya.

Walaupun sirih sebagai kebutuhan pokok bagi warga Sumba,namun hingga sekarang belum ada teknk budidaya yang diterapkan secara intensif dari kalangan manapun,baik pemerintah maupun lembaga swasta.Warga Sumba masih tetap membudidayakannya masih secara tradisional; dengan merambatkan pada pohon -pohon yang ada di sekitar kebun.
(Waingapu,17/5/19)














Tidak ada komentar:

Posting Komentar